Sejarah JK Collection

       Krisis moneter di tahun 1998 ikut mempengaruhi eksistensi perkembanga industri sepatu Cibaduyut di tambah dengan masuknya sepatu impor ke Indonesia juga ikut meredupkan industri sepatu Cibaduyut, Beberapa pengerajin berusaha kuat untuk mempertahankan warisan leluhur mereka dan berusaha mempertahankan eksistensi kerajinan sepatu Cibaduyut.

Di tahun 2009 angin segar datang, dimana keberpihakan terhadap produk dalam negri mulai digaungkan oleh pemerintah Republik Indonesia dimana di himbau kepada seluruh jajaran TNI untk menggunakan produk dalam negri, Kesempatan ini pun tidak kami sia-siakan yang mana dengan bermodalkan keberanian dan tekat untuk membangun kembali sentra kerajinan Cibaduyut akhirnya setelah melalui berbagai proses yang selektif, akhirnya kami di beri kesempatan untuk membuat sepatu dengan merek dagang JK Collection tersebut di pilih langsung oleh bapak H.M Jusuf Kalla, saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Atas dasar keberpihakan dan keperdulian beliau kepada industry kecil menengah (IKM) yang memiliki kesempatan untuk dapat berkembang, dengan senang hati beliau memberikan ijin untuk menggunakan inisial nama beliau dengan harapan dapat memberikan dampak yang baik, bahkan beliau menyarankan kepada kami untuk mempatenkan, sehingga lahirlah sebuah merek baru di daerah Cibaduyut, yaitu “JK Collection”

 

Sejarah Cibaduyut

       Cibaduyut sebagai sentra kerajinan sepatu di mulai sejat tahun 1920, dimana sebagian warga di daerah tersebut merupakan pekerja pabrik sepatu di bandung. Berapa pekerja akhirnya memutuskan berhenti dan berbekal pengalaman bekerja di pabrik sepatu tersebut mereka memulai membuka usaha kerajinan sepatu rumahan. Diawal merintih usaha sepatunya mereka melibatkan anggota keluarga sebagai tenaga kerjanya, meliputi pembuatan dan penjualan.

Seiring berjalannya waktu permintaan sepatu semakin meningkat dan demi memenuhi kebutuhan pelanggan akhirnya mereka melibatkan tetangganya atau warga di sekitarnya, situasi ini menyebabkan keterampilan dalam membua sepatu menyebar pesat di lingkungan masyarakat Bandung khususnya masyarakat Cibaduyut.

Pada tahun 1940 terdapat 89 orang yang tercatat sebagai pengerajin sepatu di Cibaduyut, ini merupakan dampak meningkatnya pemesana dimana kualitas yang di hasilkan cukup baik. Bahkan sekitar tahu 1950 jumlah unit usaha sepatu berkembang menjadi 250 unit usaha sepatu, dengan jumlah yang cukup banyak itulah yang menyebabkan Cibaduyut dikenal sebagai sentra pembuatan sepatu terbesar di Bandung pada tahun 1978. Pusat perbelanjaan sepatu Cibaduyut menjadi pasar penjualan sepatu terpanjang di dunia dan pada tahu 1989 pemerintah Republik Indonesia meresmikan sebagai daerah tujuanwisata.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Ada yg bisa dibantu? Chat Disini Ya via WA